Telah kita ketahui bersama bahwa dalam keseharian kita tidak sekadar diatur oleh aturan hukum (the legal rules) saja, melainkan “dikeroyokin” oleh berbagai norma dan aturan lain termasuk norma moral, norma adat-istiadat, norma agama, norma kedisiplinan, norma etika, norma kesopanan, dan sebagainya.
Oleh karena itu, kasus peredaran Video porno yang “diduga keras” (jadi istilah yang digunakan Metro TV “mirip” artis, itu keliru, karena kalau mirip, berarti sudah pasti bukan Luna Maya, Ariel dan Cut Tari), diperankan oleh Luna Maya, Ariel dan Cut Tari. Ditambah lagi dengan Video Ariel dan Aura Kasih. Namun yang terakhir ini kayaknya cuman sekedar sensasi saja.
Istilah “diduga keras” digunakan sekadar supaya tidak dianggap melanggar asas praduga tak bersalah (the presumption of innocence), meskipun menurut sebagian besar pakar IT, sangat besar kemungkinan pemerannya memang Luna Maya, Ariel dan Cut Tari.
Saya juga sudah menonton di internet 3 film porno itu, agar saya bisa lebih yakin berkomentar, dan menurut saya yang “gagap teknologi”, film itu bukan rekayasa. Wallahu Alam. Kata salah seorang Pakar Hukum kita Prof.Ahmad Ali.
Menurut Prof. Ahmad Ali yang dimuat dalam FajarOnline, “Secara hukum agar polisi dapat menjadikan Luna Maya, Ariel dan Cut Tari sebagai tersangka, maka selain harus dibuktikan bahwa pelaku dalam film porno itu adalah memang Luna Maya, Ariel dan Cut Tari, tentunya meminta keterangan ahli; maka juga harus dibuktikan bahwa beredarnya ketiga film porno yang mereka lakonkan, adalah diketahui dan dikehendaki mereka.
Polisi tidak cukup mencari dan menangkap pengedarnya, tetapi juga berupaya maksimal membuktikan bahwa pelakunya memang Luna Maya, Ariel dan Cut Tari, meskipun tentu saja ketiganya bakal membantah.
Terlepas dari aspek hukum pidana, film porno yang “diduga keras” diperankan Luna Maya, Ariel dan Cut Tari, telah beredar sedemikian luas ,baik di dunia maya (internet) maupun di ponsel-ponsel remaja, yang duduk di SD, SMP dan SMA.
Dari aspek moral, realitas ini tidak dapat dimaafkan. Pelaku dan pengedarnya sama bahayanya dengan pelaku teroris. Kehancuran moral generasi muda, dampak buruknya sama dengan peledakan bom oleh teroris.
Sangat tepat langkah Pemda Jatim, Pemda Bandung untuk memboikot kehadiran Luna Maya, Ariel dan Cut Tari. Ini bukan pelanggaran asas praduga tak bersalah, karena kita tidak bicara ranah hukum, melainkan ranah moral dan ranah agama. Sanksi sosial harus dijatuhkan kepada pelaku film porno itu. Asas praduga tak bersalah hanya berlaku dalam perkara pidana
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Saya termasuk yang gak setuju ama istilah “mirip”
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 4:46 pm
Saya juga nggak setuju Kang.
[Reply]
Ruang Hati Reply:
June 24th, 2010 at 7:13 am
ikutnumpang lapak di pertamax :pertamax
[Reply]
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Saya lebih setuju “diduga keras”
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 4:47 pm
Kayaknya bukan di duga lagi deh..
[Reply]
Tanpa melihat, tetapi menngamati semua komentar dan liputan jelas mereka!
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:18 pm
kayaknya memang..
[Reply]
Mana ada 3 pelaku, ada kembarannya semua!
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:18 pm
Tidak mungkin khan?
[Reply]
Wah masih ngramein acara Ariel nich….
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:19 pm
Nggak ngeramein sih…. cuman ngomongin aja.
[Reply]
Aku pengennya mereka sbg pelaku segera mengaku agar masalah ini ga berlarut2…
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:19 pm
Suer Mbak… bukan aku.
[Reply]
Semoga segera berakhir
[Reply]
Bang_Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:22 pm
Apanya yang berakhir bro…?
[Reply]
ada issu yang lebih harus diperhatikan listrik gratis dan dana aspirasi
[Reply]
Bang_Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:22 pm
Listrik Gratis? nah… entar siapa yang bayar? Dana Aspirasi….
[Reply]
Itu emang mereka kan!!!,,,,
mustahil ada 3 orang mirip diwaktu yang sama….
kalau 1 sih bisa aja, tapi kalau 3?
hah,,, dasar,,, <<numpang orasi… hehehe
[Reply]
Bang_Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 5:23 pm
Mustahil Kang…. saya juga bilang apa.
[Reply]
seorang pakar telematika telah membuktikan, kok masih saja ada kata2 ‘mirip’ ini?
duh, kian banyak orang yg menyangka , kita2 ini bodoh semua, dan mereka masih saja mencoba mengelak dr perbuatan hina tsb, nauzubillah.
Mereka lupa, masih ada Yang Maha Menatap dan Maha Melihat.
salam
[Reply]
Kalau mirip, sepertinya diburamkan. Kalu diduga keras, sepertinya berbau gosip.
Ah, kalau saya mah, itu memang ASLI! Titik! hehe
[Reply]
nah sekarang udah jadi tersangka satu
[Reply]
koq cuma satu tersangkanya, kan 2 lainnya pun ikutan dan dengan sadar melakukan, ada asap ada api
[Reply]
tapi kan menurut mereka, bukan mereka koq sebenarnyapelakunya melainkan itu tuh si Syaiton, gara gara Syaiton itu semuanya terjadi coba aja nggak ada MR S, kan nggak terjadi:D :hammer LOL
[Reply]
ya kita jadikan pelajaran aja deh, toh diri kita sendiri banyak khilaf, biarlah aib itu urusan mereka dan Allah, semoga aib kita dijaga oleh Allah dengan selalu banyak beristighfar
[Reply]
Karier yang dibangun bersusah payah akhirnya akan rontok dan segalanya akan berbalik 180 derajat.
Makanya kalau bannyak duit jangan lupa bersyukur agar tingkahnya tidak macam2.
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
ariel tu merupakan idola baru para pejantan tanggung
[Reply]
ngomongin apa nih pak
[Reply]
munir ardi Reply:
July 10th, 2010 at 4:21 pm
semuanya udah pada jadi tersangka
[Reply]
aku belum tahu deh yang gituan
[Reply]
munir ardi Reply:
July 10th, 2010 at 4:21 pm
kamu masih balita nak sekolah aja dulu
[Reply]
Heran ya bang, kenapa ga dari awal mereka ngaku aja si itu mereka yang ada di video itu, malah membantah tapi akhirnya ngaku, kalo gini kan malah nambah sebel orang, dah melakukan hubungan sama orang lain padahal dah punya suami ditambah bohong lagi
[Reply]