2010 13 Mar

Haruskah kita malu kepada kelemahan kita? Dalam banyak hal kita selalu berusaha menyembunyikan kelemahan kita dan berlindung dibalik kelebihan kita.

Kita cenderung untuk memamerkan kelebihan dan menutup rapat kelemahan kita agar kita tidak terlihat lemah di mata orang lain.

Kita memang harus memaksimalkan talenta kita, harus terus meningkatkan kapasitas kita sesuai dengan apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Itu betul.

Tapi terkadang kita lupa bahwa semua  itu berasal dari-Nya  lantas kita bermegah berlebihan dan bersikap melebihi batas dengan apa yang kita miliki. Kita menjadi terlena dengan kehebatan kita, dan pada suatu ketika di saat kita dihadapkan pada kelemahan maka kita pun akan hancur berantakan. Fokus kepada apa yang bisa kita lakukan, pada spesialisasi kita masing-masing, itu bagus.

Tapi di sisi lain kita pun harus mengakui dengan jujur bahwa kita bukanlah mahluk yang sempurna. Di satu sisi kita kuat, di sisi lain kita lemah. Itu sangat wajar. Semua manusia pasti punya kelemahan sendiri-sendiri, baik secara fisik, emosi, kemampuan, intelegensia bahkan juga rohani.

Dalam  kehidupan sehari-hari kita terkadang diperhadapkan pada sebuah pertanyaan yang benar-benar kita tidak tahu jawabannya.

Sampai saat ini ada juga yang masih mengira, jika seseorang tidak tahu, lalu ia terus terang mengatakan “saya tidak tahu“, maka sederet stigma negatif akan menempel kepadanya, seperti kurang pengetahuan, bodoh, kuper dll.

Padahal tidak demikian, beberapa ulama seperti Al Mawardi dan Al Munawi menjelaskan, justru merupakan sifat orang alim, jika ia tidak tahu maka ia terus terang. Sebaliknya sifat orang bodoh, jika ia takut mengatakan kalau dirinya tidak tahu, dan hal itu bukanlah sebuah aib.

Beliau menjelaskan:“Kedudukan seorang alim tidak akan jatuh dengan mengatakan “saya tidak tahu“ terhadap hal-hal yang tidak ia ketahui. Ini malah menunjukkan ketinggian kedudukannya, keteguhan dien-nya, takutnya kepada Allah Ta’ala, kesucian hatinya, sempurna pengetahuannya serta kebaikan niatnya. Orang yang lemah dien-nya merasa berat melakukan hal itu. Karena ia takut derajatnya jatuh di depan para hadirin dan tidak takut jatuh dalam pandangan Allah. Ini menunjukkan kebodohan dan keringkihan diennya“. (Faidh Al Qadir, 4/387-388).

Mengakui kelemahan bukan berarti kita harus minder. Tidak sama sekali. Tapi mengakui kelemahan disini bertujuan untuk menjaga diri kita agar tetap berpijak di atas bumi, tetap low profile. Mengakui kelemahan bukan mengarah kepada perasaan rendah diri, tapi lebih kepada rendah hati.

Jika demikian, janganlah kita malu mengatakan terus terang , “saya tidak tahu“, terhadap apa yang tidak kita ketahui. Dan janganlah kita memaksa untuk berbicara tentang hal yang tidak kita ketahui…..

Published under Teropongsend this post

28 Responses to “JANGAN MALU MENGAKUI KELEMAHAN”

  1. Alwi says:

    Pertamax dulu akh mudah2an …. beneran pertamax ….
    .-= Alwi´s last blog ..Sony Corp Somasi Blogger Indonesia =-.

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    beneran Kang… makasih banyak.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..BAHWA CINTA ITU ADA =-.

    [Reply]

    Joko Susilo Reply:

    Terimakasih atas sharingnya. Sebuah pencerahan yang sangat berarti bagi kita semua
    .-= Joko Susilo´s last blog ..Kenapa Harus Pre-Launch? =-.

    [Reply]

  2. Alwi says:

    Sepakat dg pendapat Al Mawardi dan Al Munawi yg menjelaskan, justru merupakan sifat orang alim, jika ia tidak tahu maka ia terus terang, saya jadi inget guru dan kiyai di pengajian ketika ada sesi tanya jawab dan kebetulan pertanyyannya agak sulit dan memerlukan kajian lebh mendalam dg terus terang diakui blm tahu atau blm bisa menjawab dan akan dipelajari lebih lanjut.
    .-= Alwi´s last blog ..Sony Corp Somasi Blogger Indonesia =-.

    [Reply]

    Alwi Reply:

    Postingan yg mencerahkan Bang ….. thank ….. pasti bermanfaat …. untuk saya dan para pembaca …..
    .-= Alwi´s last blog ..Tips Atau Cara Menulis Yang Baik Di Blog =-.

    [Reply]

  3. hanif IM says:

    tapi apa kelemahan harus di umbar ya? soalnya di mana saja, orang butuh kelebihan kita untuk membantu mereka. yah istilahnya nilai tambah kita terhadap mereka.

    [Reply]

  4. aku banyak gak taunya,Bang.
    dan aku gak malu bilang, bahwa kebodohan masih sering menemaniku kok .
    dan disini aku bisa dapat banyak pengetahuan.
    salam
    .-= bundadontworry´s last blog ..6 Sarang Kuman Yang Terlupakan =-.

    [Reply]

  5. munir ardi says:

    aku lemah segalanya bang serba pas-pasan

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    yang penting ada satu yang tidak boleh lemah….
    Apa itu???

    Iman tentunya…
    .-= Bang Iwan´s last blog ..BAHWA CINTA ITU ADA =-.

    [Reply]

  6. NanLimo says:

    dimana ada kelemhan disitu ada klebihan..
    bukankah begitu bg??
    .-= NanLimo´s last blog ..Concept Car Designs 2010 is Amazing =-.

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    tul… betul…betul… setiap orang terlahir dengan kelebihan masing2

    [Reply]

  7. phonank says:

    enaknya kelemahan atau kekurangan yaaah..??
    kalau kelemahan yang dikasih tau ke orang lain, nanti orang lain malah memanfaatkan kelemahan kita untuk menjegal kita donk,,, hehehehe

    Phonank mengakui bahwa di dalam diri ini tidak ada yg sempurna,, masih banyak yg kurang,, selama kita masih diberikan akal dan kesehatan, mungkin segalanya akan bisa kita perbaiki segala yang kurang di dalam kelemahan kita ini

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    terkadang kita sendiri tidak tahu apa kelemahan kita, sehingga kita perlu masukan dari orang lain untuk memperbaiki diri.

    [Reply]

  8. Vulkanis says:

    Selamat Bang Alexa nya makin mencuittt..
    Kejaaaarrrrr terussss

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Tariiiik Maaannng….
    makasih banyak atas perhatiannya.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..BAHWA CINTA ITU ADA =-.

    [Reply]

  9. aprillins says:

    bener pak iwan jangan malu untuk mengakui kelemahan atau kekurangan.. tapi jangan rendah diri juga .. hehehehe rendah hati gapapa :cool:
    .-= aprillins´s last blog ..Bermoralkah Pemujaan Sarana di atas Tujuan? =-.

    [Reply]

  10. ina says:

    benerrrrrr… setuju….
    klo Na gag tau Na jg nanya hehehehehe :D
    ngapain malu, dripada gag tau terus hihihihi :D
    .-= ina´s last blog ..Bangun Semangatmu!! =-.

    [Reply]

  11. annosmile says:

    saya juga punya domain baru mas iwan..
    tapi belum sempat saya rawat
    .-= annosmile´s last blog ..Panorama of Bromo Crater’s Mountain =-.

    [Reply]

    Joko Susilo Reply:

    Domain barunya yang ini Mas?
    .-= Joko Susilo´s last blog ..Kenapa Harus Pre-Launch? =-.

    [Reply]

  12. BlogCamp says:

    Ketika menjadi gumil ( guru militer) jika ada pertanyaan siswa dan saya tidak tahu jawabannya maka saya katakan bahwa saya akan mencari tahu tentang masalah tersebut dan akan saya sampaikan pada pelajaran berikutnya. Atau saya lemparkan ke kelas, mungkin ada perwira lain yang tahu.

    Kita tak perlu malu jika memang tidak tahu karena tak semua hal kita tahu.

    terima kasih pencerahannya
    salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  13. aditya says:

    akhirnya setelah di app fb saya….sayapun bisa melihat blog bang setyawan yang lain……..makasih atas appnya bang…..sukses ngeblognya
    .-= aditya´s last blog ..Tips optimasi alexa,pagerank dan visitor blog =-.

    [Reply]

  14. Ruang Hati says:

    Halo bang Iwan, pa khabarnya

    Semoga kita termasuk orang yg mau berbesar hati untuk mau mengakui dan memperbaiki kelemahan kita, buka termasuk orang yg suka mencari cari kelemahan orang lain
    .-= Ruang Hati´s last blog ..Seorang Pengemis Dijadikan Icon Model dan Idola Para Netter Cina Hingga Jepang =-.

    [Reply]

  15. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Jadi malu nih, ga pernah posting, hehehe tapi masih tetap berusaha untuk berbagi bang, berbagi komentar maksudnya
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu´s last blog ..Refortase perjalanan ke Lampung 1 =-.

    [Reply]

  16. vany says:

    saia suka kata2 yg terakhir….
    “dan janganlah kita memaksa untuk berbicara tentang hal yang tidak kita ketahui…..”
    memang nyebelin kalo kita ketemu org seperti itu…hehehe
    semoga kita tdk mjd org yg sok tahu ya… :)
    .-= vany´s last blog ..Ketika memilih suami sama dengan memilih sepatu =-.

    [Reply]

  17. Fanda says:

    Justru dari kelemahan itu, kita bisa belajar untuk meningkatkan diri. Justru dari pertanyaan yg tak bisa kita jawab itu, kita tahu apa yang masih bisa kita kembangkan lagi.
    .-= Fanda´s last blog ..Surat Dari Peking =-.

    [Reply]

  18. cobaberbagi says:

    Tak ada yang sempurna. Memperbaiki diri dan tak mengulangi kesalahan menjadi pribadi yang lebih baik

    [Reply]

  19. It’s well known that money makes people independent. But what to do when one has no money? The one way is to try to get the business loans and credit loan.

    [Reply]

  20. udin says:

    Alhamdulillah.. tulisannya menyemangatiku. Cuman ada satu yg masih mengganjal. Saya mudah tersinggung, sedangakn saya sering mendapat hinaan, saya direndah2kan, hiks hiks. Bagaimana ni? Antara mengakui kelemahan dan direndahkan? saya bingung, soalnya saya mudah tersinggung

    [Reply]

Leave a Reply

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 10 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:

Switch to our mobile site