2010 26 Apr

Hampir setiap saat kita dikepung dan didera oleh kegaduhan, keributan, kerusuhan, kericuhan, dan gemuruh suara massa yang mengamuk. Kesadaran dan kebebasan individual seakan lenyap tertelan oleh derasnya arus kemarahan, kepanikan, kegamangan, dan kegundahan yang menggumpal dalam hati yang sudah diracuni rasa iri, dengki, benci, dan rasa saling membalas dendam.

Kita terus-menerus tergusur entah ke mana tanpa tujuan jelas yang seharusnya dapat menggerakkan dan mengarahkan langkah-langkah kita ke suatu masa depan yang lebih berkepastian.

Berbagai pilihan yang menjadi harapan kita akhirnya mengabur, kemudian jelma menjadi kabut kelam dan kemelut yang semakin melemaskan kepekaan hati kita untuk dapat menikmati sesuatu sebagai kebahagiaan dan bukan sekadar sebuah kesenangan atau kepuasan sementara.

Namun, di tengah suasana batin yang demikian, masih terkuak sisa-sisa rindu kita pada keheningan yang bermuatan damai sejati. Suara amukan alam dan suara manusia hadir silih berganti, beriringan, atau bersamaan. Ada letusan gunung berapi, ada luapan lumpur panas, ada gempa tektonik, ada deru gelombang, ada gemuruh banjir, tanah longsor, patahan gunung, dan ada tiupan angin yang membadai.

Amukan alam telah menimbulkan bencana yang semakin menyengsarakan para warga dan kelompok masyarakat yang sudah sejak lama menderita meski tetap tahan banting oleh semacam kebodohan sebagai kekuatan yang diberi nama kesabaran.

Amukan massa, entah massa rakyat, entah massa kepolisian, entah massa satuan polisi pamong praja (Satpol PP), yang saling berbenturan dalam perang tanding, berkesudahan dengan kekalahan bersama karena semua pihak yang menjadi debu karena saling bunuh atau menjadi arang karena saling menganiaya dan saling melukai dalam amukan yang sudah tidak terkendali oleh petunjuk akal sehat dan perintah kalbu yang bersih.

Betapa banyaknya korban manusia jatuh ke dalam jurang kesia-siaan di balik reruntuhan dan kehancuran harta benda karena ulah manusia sendiri. Kita masih sedikit beruntung atau belum kehilangan harapan sama sekali karena rasa rindu pada damai sejati masih menjadi sejenis bara api dalam sekam gairah hidup yang harus dikobarkan menjadi api dan spirit baru untuk bisa berubah.

Kita ingin berubah bukan sekadar berubah, melainkan berubah demi membangun diri kembali menjadi masyarakat dan bangsa yang berkedamaian sejati. Damai sejati bisa diraih melalui perwujudan nilai keadilan dalam seluruh bidang dan aspek kehidupan kita. Karena itu, kita harus dapat menciptakan keheningan.

Hanya di dalam keheningan, yaitu suasana yang bebas atau bahkan suasana yang steril dari segala jenis cemaran amukan buatan kita, kita dapat berpikir, berenung, bersikap, dan membangun ikhtiar yang benar dan baik.

Published under Teropongsend this post

24 Responses to “DIMANAKAH GERANGAN WAHAI KEHENINGAN?”

  1. nuances pen says:

    Perlu kesamaan dalam hati dan akal!
    .-= nuances pen´s last blog ..Bribe is not valid =-.

    [Reply]

  2. Piss says:

    Keheningan, Kedamaian sptnya sudah mulai menghilang di negeri yg katanya penuh cinta damai.

    [Reply]

  3. dedekusn says:

    Semoga kedepannya keheningan, kedamaian, kesejahteraan, akan dirasakan di negeri ini.
    .-= dedekusn´s last blog ..Desain Web Menggunakan HTML dan CSS =-.

    [Reply]

  4. Vulkanis says:

    Kalo keheningan tengah malam di kuburan Pak…

    [Reply]

  5. Vulkanis says:

    Heee..hee..
    Bener kan ?
    Moga selalu damai Pisss
    Salam hangat dan sukses selalu

    [Reply]

  6. BlogCamp says:

    Dalam keheningan kita memang lebih bisa berfikir.Apalagi dalam 1/3 malam terakhir, saat kita menghadap sang Pencipta kita bisa minta petunjuk,bimbingan, ampunan dan lain-lainnya.

    Itulah penting jeda sejenak setelah seminggu bekerja membanting tulang.

    Salam hangat dari BlogCamp
    .-= BlogCamp´s last blog ..Puisi Ngetril Untuk Suami Suami =-.

    [Reply]

  7. Plesiran says:

    Sangat aneh jika ada manusia yang tak pernah berubah, apalagi berubah kearah yang lebih baik.
    Jika waktu masih kecil kita hafal Surat Al-Ikhlas masa setelah tua masih tetap itu2 saja yang dibaca.

    Salam hangat dari Plesiran.

    OOT : komentar disini lebih mudah daripada di tempat satunya bang.
    .-= Plesiran´s last blog ..Wisata Tirta Jangari Cianjur =-.

    [Reply]

    Bang_Iwan Reply:

    Perubahan ke arah yang lebih baik sangat diperlukan.
    Iya PakDe,… banyak sahabat yang kayaknya mengeluh.
    Makasih banyak sudah mampir.,
    Salam hangat selalu.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..HIBAH NOVEL SAAT POSTINGAN KE-1000 =-.

    [Reply]

  8. munir ardi says:

    hening dan kedamaian walau untuk sesaat
    .-= munir ardi´s last blog ..Luangkan Waktu anda untuk Hal-hal yang bermanfaat =-.

    [Reply]

  9. dalam hehing ada kebijaksanaan

    [Reply]

  10. ria says:

    tempat keheninganku dikamar
    hening dari hingar bingar diluar ^____^ hehe

    [Reply]

  11. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Hening dimana engkau berada
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= Batavusqu´s last blog ..Tradisi lain Masyarakat Tengger =-.

    [Reply]

  12. Sedang mencari keheningan dari dalam hati nih, Bang….
    .-= catatan kecil´s last blog ..Luapan emosi peserta ujian nasional =-.

    [Reply]

  13. Ternyata perubahan itu memang bukan hanya sekedar perubahan ya Bang… harus menuju pada kehidupan yg lebih baik (bagi diri sendiri, lingkungan, bangsa dan negara)

    [Reply]

  14. hanya pada sepertiga malam ,kita bisa menemukan keheningan yg indah dengan bermesraan bersama Sang Khalik.
    Dunia ini selalu hingar bingar dgn segala nafsu kerakusan, saatnya kita selalu ingat bahwa ini hanya sementara,hanya sekedar menumpang berteduh saja sejenak.
    salam
    .-= bundadontworry´s last blog ..Indahnya Menjadi Perempuan =-.

    [Reply]

  15. Some time before, I really needed to buy a house for my business but I didn’t have enough money and could not order anything. Thank God my mate adviced to get the credit loans from trustworthy creditors. Hence, I acted that and used to be happy with my small business loan.

    [Reply]

  16. Sonny says:

    I can’t beilvee you’re not playing with me–that was so helpful.

    [Reply]

  17. Xannon says:

    Whoever edits and publishes these atricles really knows what they’re doing.

    [Reply]

  18. Rosa says:

    Haha, shouldn’t you be charging for that kind of knwoldgee?!

    [Reply]

  19. kxyclukpmou says:

    cQ3YQb , [url=http://sjejyqkeavgh.com/]sjejyqkeavgh[/url], [link=http://jleeihrvazjv.com/]jleeihrvazjv[/link], http://goaddztckdqa.com/

    [Reply]

  20. Rocky says:

    You’ve ralely impressed me with that answer!

    [Reply]

  21. ywgrzycmztm says:

    u0DnHC , [url=http://exxpdriwcuiv.com/]exxpdriwcuiv[/url], [link=http://mbtdowksttmq.com/]mbtdowksttmq[/link], http://xrzwfnqruszz.com/

    [Reply]

Leave a Reply

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 6 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:

Switch to our mobile site