2010 14 Aug

Kalau pernah lihat dan perhatikan monyet diberi makan buah, pisang misalnya, pasti kita tergelitik geli. Ketika diberi satu pisang, dia segera mengupas kulitnya (he… he… seperti manusia juga) dan memasukkan ke mulutnya.

Sudah selesai sampai di situ? Ternyata belum. Monyet tidak segera mengunyah pisang itu, apalagi kalau melihat masih banyak persediaan pisang lain. Pisang itu disimpan dalam mulut di balik rahangnya. Tangan monyet segera menggapai minta pisang lagi. Diberi lagi, lalu dia makan lagi hingga kantong rahangnya penuh dan pipi serta lehernya tampak seperti bengkak membesar.

Sudah selesai urusan? Masih belum juga. Monyet minta pisang lagi lalu dia genggam dengan satu tangan. Belum selesai juga, monyet masih mau pisang, lalu dia genggam dengan dua kakinya.

Lalu, terlihatlah pemandangan menggelikan, monyet yang mulutnya penuh makanan, lalu kedua belah tangan dan kakinya masih menggenggam makanan. Itulah contoh keserakahan yang paling sempurna dan menggelikan yang ditunjukkan oleh monyet.

Lain cerita, pernah lihat kucing diberi makan? Ketika kucing diberi makan, misalnya sisa nasi dan tulang ikan, walaupun makanannya ditaruh di atas wadah, dia selalu mengambil sebagian makanan, misalnya kepala ikan, lalu mencari tempat yang dia pandang aman, agar tidak diganggu kucing lain, lalu makan sendiri.

Kalau ada kucing lain mendekat, pasti dia bawa lari makanannya pindah ke tempat lain, atau dia makan sambil “menggerutu”. Ya memang begitulah kucing kalau makan. Walaupun ada istilah malu-malu kucing, sebenarnya kucing tidak tahu malu.

Melihat ulah kucing makan, yang suka makan sendiri dan sembunyi-sembunyi ternyata tidak kalah menggelikan.

Lalu bagaimana kalau manusia makan? Jawabannya ada dua macam. Kalau manusia makan, di sebuah pesta perkawinan misalnya, pada umumnya sopan-sopan. Semua tertib antre, tidak ada yang berebutan (he… he… kecuali sesekali ada juga).

Saat mengambil makanan, kebanyakan orang mengambil makanan secukupnya (he… he… walau ada juga sesekali yang mengambil banyak hingga makanan di piringnya menggunung).


Dalam urusan makanan sesungguhnya, di meja prasmanan, pada umumnya manusia amat sopan, tidak seperti monyet dan kucing.

Tapi dalam urusan “makanan” yang lain, banyak manusia yang naudzubillah min dzalik, makannya lebih serakah dari monyet dan lebih suka makan sendiri melebihi kucing, dan juga menggelikan. Makanya, tidak heran jika muncul istilah manusia “makan aspal”, “makan beton”, “makan proyek” dan “makan teman sendiri”. Manusia tidak lagi bertanya apa, tapi makan siapa hari ini.

Published under Analisa, Intermessosend this post

21 Responses to “Ketika Monyet dan Kucing Makan”

  1. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Sering kali manusia lebih serakah ketimbang monyet.

    [Reply]

    toko barcode Reply:

    bolehkah numpang ikut di lapak pertamax nya :thumbup :rate

    [Reply]

  2. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Juga lebih lihai bersembunyi ketimbang kucing

    [Reply]

  3. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Tapi saya termasuk yang sopan, kok.
    *ngakunya

    [Reply]

    munir ardi Reply:

    saya jamin itu ,tenang pak

    [Reply]

  4. amankan juga posisi 5 besar

    [Reply]

    munir ardi Reply:

    saya juga ah harus amankan

    [Reply]

  5. Kunjungan rutin, selamat menunaikan ibadah puasa, semoga berkah atas amal yang dilakukan di bulan penuh berkah ini

    [Reply]

  6. Pelangi Anak says:

    Observasi yang detail sekali. Cerminan bagi kita, bagaimana kita makan selama ini?

    [Reply]

  7. munir ardi says:

    semoga kita tidak menjadi manusia pemangsa bangsa sendiri

    [Reply]

    munir ardi Reply:

    menggunting dalam lipatan, pagar makan tanaman demi kebaikan sendiri

    [Reply]

  8. Thank you very much for sharing this. I have subscribed to your RSS feed. Please keep up the good work.

    [Reply]

  9. Salam Kenal dariku, nice artikel :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

    [Reply]

  10. toko barcode says:

    selamat menjalankan ibadah puasa buat rekan rekan semua yang berpuasa, semoga amalnya diterima dan berkah

    [Reply]

  11. toko barcode says:

    yang bahaya adalah kucing garong :ngakak :ngakak

    [Reply]

  12. munir ardi says:

    kucing semuanya suka malu-malu he he

    [Reply]

    PUTRI MALU Reply:

    ya makanya disebut malu2 kucing yah Om?

    [Reply]

    PUTRI MALU Reply:

    Kalau malu monyet ada tidak?

    [Reply]

  13. Pacar Sewaan says:

    Kirain si ariel mo tobat nasyuha di sel, ternyata belum, , katanya dia gak pernah puasa tuh, wedew,, semoga cepet selesai deh kasusnya

    [Reply]

  14. bukannya manusia makannya kek monyet, blum habis makanannya uda minta lgi untuk simpanan, untuk anaknya, untuk istrinya, untuk kakaknya, adiknya, sepupunya, om nya, sampe besannya.

    [Reply]

  15. bolehkan aku ikutan makan….

    [Reply]

Leave a Reply

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:

Switch to our mobile site