Mari pejamkan mata barang sejenak sambil membayangkan detik-detik sakaratul maut yang suatu saat pasti akan menimpa. Betapa beratnya pencabutan nyawa, kesakitan dan penderitaan. Dan ketika nyawa benar-benar telah lepas dari tubuh itulah kematian.
Kita harus berpisah untuk selama-lamanya itu dengan isteri, orangtua, anak-anak, kerabat, orang-orang tercinta dan segenap sahabat. Jasad kita dibawa ke tempat pemandian lalu dikafani. Selanjutnya dibawa ke masjid untuk dishalatkan. Lalu dipanggul di atas pundak orang-orang untuk dikuburkan.
Tibalah malam pertama kita di kuburan ….. yang disambut oleh Tim penguji malaikat Munkar dan Nakir dengan beberapa pertanyaan. Alangkah ngerinya bila tiba-tiba lidah ini anda kelu tak mampu menjawab. Amal perbuatan kita menjelma menjadi sosok untuk menemani kesepian kita dalam liang lahat, moga ia akan menjelma menjadi seorang yang rupawan bukan malah sebaliknya.
Di dalam kesendirian, kegelapan dosa dan maksiat yang telah kita perbuat menjadi teman dalam penantian ratusan atau bahkan ribuan tahun sebelum datangnya Kiamat.
Bayangkanlah apakah kuburan kita akan menjadi bagian dari taman Surga? Ataukah menjadi bagian dari jurang Neraka? Bayangkanlah keinginan kita bisa kembali ke dunia, meski sehari, untuk menambah amal shalih. Bayangkanlah betapa butuhnya kita terhadap tambahan pahala, tetapi kita tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya!
Yakinlah…. kita pasti pasti mengalaminya, entah kapan. Yang jelas, bisa jadi, besok atau minggu depan akan mengalaminya. Kematian selalu mengintai di manapun kita berada. Tidak peduli siang atau malam, anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, di darat, laut atau di udara. Ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan diri aman dari kematian.
Lalu, apa bekal dan persiapan kita untuk kematian yang sewaktu-waktu akan menyergap? Bagaimana jika kita mati hari ini? Pastikah akan mengeluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit! Tapi bersyukurlah kita sekarang masih hidup.
Mari menjemput bekal kematian . Sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna.
Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang bila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun:10-11).
Semoga saja tulisan ini dapat menjadi peringatan bagi saya. Karena bila tidak tersentuh dengan peringatan ini, berarti hati kita telah mati. Atau bahkan mungkin kita tidak diberi anugerah hati sama sekali.
bukan peringatan bagi bang iwan aja.. tapi peringatan bagi yang membacanya..
Pertamax?
.-= aprillins´s last blog ..Ketoconazole Cream Lebih Murah Dari Daktarin =-.
[Reply]
duh, aku merinding membacanya, menyadari diri ini belum punya bekal utk mempertanggung jawabkan semua yg dikerjakan didunia ini.
terimakasi sudah mengingatkan bang.
aku harus lebih keras lagi berusaha membawa bekal utk nanti.
semoga Allah swt memudahkan kita semua utk menggapaiNYA,amin
salam hangat utk keluarga.
semoga selalu sehat.
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Manfaat Lain Dari Teh Sisa =-.
[Reply]
[...] This post was mentioned on Twitter by Muhammad Yuliawan. Muhammad Yuliawan said: http://metrolisa.info/lamunan-menjemput-kematian.html [...]
Ayo bang, kutemani lamunan kematiannya.
[Reply]
I from wager a accidentally upon upon someone to your blog innumerable times. The added articles are incredibly captivating and interesting. I unmistakable to signup as a mending to your rss property, so I can commercial away cultured of your modish editorials.
[Reply]
This is a great post. Thanks so much for sharing, like always.
[Reply]
You can always tell an expert! Thanks for contirbtuing.
[Reply]
Jqw3sq rlrppqyabsqk
[Reply]
f2oXY9 , [url=http://hijxhrtnefhf.com/]hijxhrtnefhf[/url], [link=http://jztrezpbuoxm.com/]jztrezpbuoxm[/link], http://latxefqwbmsh.com/
[Reply]
vrf1Gc uiwcfvdtwlrs
[Reply]
gQfqub , [url=http://enduylkzkjxm.com/]enduylkzkjxm[/url], [link=http://ttqdsfeznjpm.com/]ttqdsfeznjpm[/link], http://sphdiqavekax.com/
[Reply]