2010 14 Jun

Bersepak bola sebagai seni menuntut peranan hati atau kalbu yang berkebebasan. Tema “Welcoming The World Cup Home” di Afrika Selatan dalam arti “menyambut piala dunia ke dalam hati (home)” mengisyaratkan sepak bola sebagai sebuah seni yang bersumber dari kegiatan hati yang kreatif, yaitu hati para seniman bola yang berkebebasan.

Pesta olahraga sepak bola bola dunia antarbangsa sudah dimulai. Terkait dengan kata home dalam tema, maka kompetisi untuk memperebutkan world cup melalui seni bermain bola dapat dinyatakan juga sebagai pesta cinta dan kemanusiaan antarbangsa.

Cinta dan kemanusiaan sebagai udara di dalam si kulit yang menjadi bundar karena peranan udara secara tersirat menuntut bersepak bola sebagai seni atau produk dari kebebasan hati (kalbu) yang kreatif. Kreativitas dalam seni bermain bola membuahkan daya haru dan pesona oleh ekspresi nilai-nilai virtual seperti sportivitas,

kejujuran, kebersesamaan, dan kesetiaan kepada sesama teman sekesebelasan dalam gaya dan teknik bermain secara interaktif untuk menciptakan gol sebanyak mungkin tanpa mencederai siapapun dengan sengaja di lapangan.

Ekspresi fair play melalui pentas nilai-nilai virtual dalam bermain bola diharapkan menjadi cara menyambut world cup ke dalam hati umat manusia sedunia. Peristiwa world cup di Afrika Selatan adalah juga peristiwa kemanusiaan dalam sejarah peradaban umat manusia.

Kehadiran Nelson Mandela atau Desmon Tutu yang berperan penting dalam usaha menghancurkan rasialisme, diskriminasi dalam berbagai hal, penjajahan, dan ketidakadilan di benua hitam Afrika, juga kehadiran mereka yang cinta kemanusiaan dan cinta perdamaian di Afrika Selatan memberi warna kemanusiaan khusus pada pesta olahraga sepak bola sedunia ini.

Sebagai bangsa yang sangat mencintai seni bersepak bola, inilah sebuah momentum indah bagi kita untuk mengevaluasi diri. Bagaimanakah kesungguhan usaha kita untuk memajukan sepak bola di tanah air.

Bagaimana sepak bola dapat difungsikan untuk menanam, menumbuhkan, dan mengembangkan nilai-nilai seperti nilai kemanusiaan, cinta sesama warga dalam masyarakat plural, keadilan, sportivitas, keikhlasan dan kelapangan dada untuk menerima kekalahan tanpa amukan yang dapat merusak apa saja dan siapa saja, serta merusak citra kita yang sedang terpuruk.

Sambil bergembira ria menonton sepak bola dunia, kita pun tunduk diam dan malu serta prihatin memandang ke dalam hati negeri kita ini.

Published under Analisasend this post

39 Responses to “Welcoming The World Cup Home”

  1. Indonesiaku ketiduran jadi kena wo!

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Ketiduran atau lagi ongkang2 kaki Kang?

    [Reply]

  2. aura pelupa says:

    Suatu saat Indonesia pasti bisa jadi peserta Piala Dunia! Amin!

    [Reply]

    citromduro Reply:

    katanya sih tahun 2022
    semoga saja indonesia bisa

    [Reply]

    Alwi Reply:

    Tapi kalau iklim Indonesia masih kek gini kayaknya susah dapat kepercayaan sbg tuan rumah,

    [Reply]

    Alwi Reply:

    Masih banyak keributan di mana-mana

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Betul kang…. Manajemennya masih perlu diperbaiki, terutama juga mental para pemain dan supporter.

  3. Annaura says:

    Semoga tak ada kerusuhan pakde.
    salam manis dari Batam

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Salam kembali dari Soppeng…

    [Reply]

  4. aku lagi mimpi suatu hari indonesia masuk piala dunia

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Semoga saja mimpinya jadi kenyataan.

    [Reply]

  5. Hendri says:

    Berkunjung lagi ke sini, Bang… sekedar menyapa.. dalam kegundahan hati, krn sy gak bisa masuk ke area admin di blog wp self hosting saya.. :( :malu2

    [Reply]

    Hendri Reply:

    Seandainya Bang Iwan sudi tuk mambantu.. betapa senangya hati ini … :peluk

    [Reply]

    Hendri Reply:

    dan seandainya para sahabat yang lain pun sudi tuk membantu.. ouw.. alangkah terharunya hati ini.. :berduka

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Turut prihatin..
    Moga blognya bisa cepat pulih Kang…

    [Reply]

  6. Vulkanis says:

    :pertamax
    Kalo kesana bareng Bang

    [Reply]

    citromduro Reply:

    saya ikut juga dong

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    lebih bagus kalau bareng bertiga Kang..

    [Reply]

  7. Vulkanis says:

    Gimana kabarnya Bang ,,sehat toh..
    Syukur deh kalo dalam keadaan sehat
    :D

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Alhamdulillah Kang… sehat wal’afiat.

    [Reply]

  8. Vulkanis says:

    Gimana bang bola terus nih
    :ngakak

    [Reply]

    citromduro Reply:

    saya malah belum nonton sama sekali tuh PD

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Saya setiap malam nonton Kang..

    [Reply]

  9. toko barcode says:

    nggak sempat nonton nih, blogging aja

    [Reply]

    toko barcode Reply:

    dimana mana semua demam WC , heboh deh

    [Reply]

  10. aku gak berani memimpikan indonesia akan masuk dlm piala dunia.
    bukan nya pesimis, tapi melihat pertandingan di negeri ini, yg selalu rusuh, baik oleh supporter sendiri maupun pemainnya , aku prihatin Bang.
    Semoga mungkin 20 atau 30 thn lagi, baru ada kemungkinan itu.
    salam

    [Reply]

  11. Alwi says:

    Olah raga untuk nilai2 kemanusiaan sportifitas , fairplay, kejujuran, kesejahteraan, kesehatan, persahabatan, bukan untuk tawuran, amuk massa penjotosan wasit seperti di Indonesia heeeeee …. prihatin kita dg kondisi di negeri ini

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Betul Kang…. kita prihatin dengan seringnya terjadi kerusuhan dalam event sepakbola kita.

    [Reply]

  12. Alwi says:

    Nilai2 agama juga penting dalam ajang olah raga yaitu tentang kejujuran serta keadilan. Agama mengajarkan kita untuk bersikap jujur dan adil. Sebagai atlet atau wasit dituntut untuk profesional dalam menjalaninya. Dalam bertanding, misalnya harus fairplay dan sportif. Serta sebagai wasit, harus bersikap adil dan tidak membela salah satu kelompok pemain. Jadi hubungan olahraga dan agama itu sangat penting.

    Untuk pemain jg sangat penting, sebelum bertanding berdoa dulu. Disetiap pertandingan olahraga setiap atlet pun harus menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran,karena tujuan dari olahraga itu sendiri adalah kerendahan hati dalam kemenangan dan kesetiakawanan dalam kekalahan. Apabila seorang atlet memenangi pertandingan diharapkan dapat rendah hati tidak sombong, dan mampu membangkitkan semangat kepada lawan yang kalah. Seperti sifat Rosul yang selalu sederhana tidak pernah sombong dan selalu menyayangi setiap manusia tanpa harus memandang status orang tersebut

    [Reply]

  13. attayaya says:

    met siang makassar
    apa khabarnya?
    dah mau jumatan ya

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Selamat siang Kembali Pakanbaru…
    disini udah Bang.

    [Reply]

  14. sebuah analisis dan refleksi yang mantab dan mencerahkan, bang. ternyata permainan sepak bola memiliki kandungan nilai falsafi yang luar biasa.

    [Reply]

  15. attayaya says:

    semoga cepet sembuh ya bang

    [Reply]

  16. Semoga saja persepakbolaan Indonesia dapat maju. Amin..

    [Reply]

  17. barajakom says:

    indonesia masih sibuk dengan urusan markus dan koruptor, jangan jangan sepak bola juga ikutan di maskus lagi

    [Reply]

  18. aku sampai rebutan ama ayah kalau mau nonton upin dan ipin

    [Reply]

    munir ardi Reply:

    nanti kamu bakal puas nonton kalau world cup udah selesai

    [Reply]

  19. gimana ya memang menarik sih

    [Reply]

  20. munir ardi says:

    nggak terasa udah mau berakhir piala dunianya

    [Reply]

Leave a Reply

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:

Switch to our mobile site